Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Terbongkar! Napi di Lampung Bebas Keluar Masuk Lapas Bawa PSK, Berawal dari Istri Mantan Kalapas

Terbongkar! Napi di Lampung Bebas Keluar Masuk Lapas Bawa PSK, Berawal dari Istri Mantan Kalapas

Kepala Lapas II A Kalianda, Lampung Selatan nonaktif Muchlis Adjie menjadi tersangka perantara peredaran narkoba di Lapas yang dikendalikan oleh Marzuli, seorang narapidana.

Akibatnya, kini dia ditahan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) selama 20 hari ke depan. Petugas juga telah menyita 4 kg sabu-sabu dan 4.000 butir pil ekstasi.

Sementara Marzuli merupakan seorang napi yang dihukum 8 tahun penjara karena kasus yang sama. Penyidikan tentang kasus tersebut ternyata mengungkap beberapa fakta mengejutkan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNNP lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga.

Fakta tersebut diantaranya ternyata Muchlis memberikan kelonggaran Mazuli memakai HP dan juga membawa wanita penghibur masuk ke lapas tanpa diperiksa.

Tagam mengatakan, kejahatan ini telah terorganisir dengan baik. Kini Muchlis juga telah terbukti menerima suntikan dana dari Marzuli sebanyak 3 kali. Untuk nominalnya belum disebutkan.

Sementara itu, PLT Kepala Bidang pemeerantasan BNNP Lampung Richard L Tobing mengemukakan, Muchlis juga kerab mengijinkan Marzuli keluar masuk lapas.

Hingga kini sudah enam kali Marzuli keluar masuk tahanan, ada yang dengan alasan berobat, padahal sebenarnya tidak.

Menurut Tagam, Muchlis memperlakukan Marzuli secara istimewa setelah istri kalapas sebelumnya mengenalkan keduanya. Istri Kapalas menitipkan Marzuli kepadanya.

Menurutnya semenjak keduanya saling kenal, Marzuli sering memenuhi kebutuhan lapas.

"Jadi ada kebutuhan-kebutuhan lain di dalam lapas, Marzuli menjadi penanggung (keuangan), baik kegiatan ulang tahun, kegiatan olahraga bersama, yang mendanai Marzuli," katanya.

Bocah yang Terseret Arus Got Belum Ditemukan


Bocah 10 tahun yang hanyut terbawa arus selokan di Jalan AR Hakim Gang Raya Medan, Senin (22/5) hingga kini belum ditemukan. Petugas Kecamatan Medan Area dan Polsek Medan Area, masih terus menelusuri aliran parit hingga ke Jalan Wahidin, Medan.

"Petugas kecamatan masih melakukan pencarian bocah 10 tahun yang hanyut terbawa arus deras di selokan." Kata Camat Medan Area, Ali Sipahutar, saat dihubungi detikcom, Selasa(23/5/2018).

Meski sudah menurunkan tim BPBD Medan, namun bocah bernama asli Ricki ini belum bisa ditemukan.

Petugas sudah menelusuri selokan sambil membersihkan sampah yang ada di dalam got. Aliran air selokan sudah kembali lancar, namun nasih bocah tersebut belum diketahui

"Pencarian sudah dilakukan mulai dari lokasi pertama korban hilang hingga ke selokan di kawasan Jalan Wahidin yang tembus ke Jalan Sei Kera," tambahnya.

Bocah ini terjerembab ke dalam selokan sedalam lebih kurang 2 meter. Saat peristiwa terjadi, air selokan lagi naik dan arusnya deras akibat diguyur hujan lebat.

Korban terjatuh dan langsung terbawa arus selokan. Warga yang melihat, sempat melalukan pertolongan, namun gagal karena aliran selokan tertutup semen beton. 

42 Rumah Hangus Terbakar di Cipinang dan Pondok Bambu


Kebakaran di Pondok Bambu, Duren Sawit, yang meluas hingga Cipinang Muara, Jakarta Timur, bisa dipadamkan. 42 rumah hangus akibat insiden tersebut.  Kebakaran terjadi di Jalan Cipinang Muara 1 RT 07 RW 14, Cipinang Muara.


Lokasi kebakaran kedua di Jalan Basuki Rahmat, RT 09 RW 03, Pondok Bambu, Duren Sawit, pada pukul 11.04 WIB. Sumber kebakaran berawal dari korsleting di salah satu rumah warga di Pondok Bambu.


Bangunan yang terbakar kebanyakan rumah semipermanen dan kontrakan. Selain itu, angin yang cukup kencang mempercepat perambatan api. Ada 15 mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya 42 rumah. Petugas damkar masih berjibaku melakukan pendinginan.

Daftar 200 Penceramah Tak Pengaruhi Jemaah Habib Rizieq


Nama Habib Rizieq Syihab tidak termasuk dalam daftar 200 mubalig yang dirilis oleh Kementerian Agama RI. Namun, hal itu dinilai tidak akan mempengaruhi jemaah imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

"Itu kan versi Kementerian Agama. Saya kira nggak ada pengaruhnya, bagaimana pun nanti yang akan menilai umatnya yang lebih dominan,"kata salah satu tim kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Parwiro 

Menurutnya, Rizieq tidak mempermasalahkan rilis Kemenag soal daftar nama-nama penceramah tersebut. Rizieq menghormati kebijakan Kemenag itu.

"Habib nggak ada masalah, itu kan sikap pemerintah, kita hormati saja,"katanya.|

Ia berpendapat, daftar nama-nama penceramah itu juga tidak menjadi penghalang bagi Rizieq untuk tetap berdakwah. Rizieq akan terus menyiarkan ajaran Islam kendati tidak tercantum namanya dalam daftar tersebut.

"MUI menyampaikan juga, bukan berarti menghambat yang lainnya untuk berdakwah,"sambungnya.

Kemenag merilis 200 nama penceramah yang direkomendasikan. Kemenag menyampaikan nama-nama penceramah akan terus di-update. 

Dosen USU 'Bom Surabaya Pengalihan Isu' Pingsan


Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis alias Himma yang menyebut bom Surabaya pengalihan isu dipamerkan di Polda Sumut. Himma sempat pingsan usai dipamerkan.

Polisi menggelar rilis kasus Himma di Mapolda Sumut, Jalan Sisingmamgaraja, Medan, Minggu (20/5/2018). Himma sempat menyatakan menyesal.

"Saya sangat menyesal, saya hanya mengkopi status orang lain dan menyebarkan kembali. Saya salah dan sangat menyesal," ujarnya.

Bersama kasus Himma, Polri juga merilis kasus serupa dengan tersangka satpam bank di Sumut. Usai rilis, Himma dibawa masuk lagi ke tahanan. Saat itulah dia pingsan.

"Lemas karena sahur hanya minum air putih saja. Selain itu mungkin stres karena kasus yang menimpanya," ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Himma sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoax tentang tiga bom gereja di Surabaya merupakan pengalihan isu. Himma dijerat dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE.

"Sudah jadi tersangka," kata Kombes Tatan.

Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Penghubung Baleendah-Pameungpeuk


Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung mengalami kerusakan yang cukup parah, salah satunya jalan penghubung Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Pameungpeuk.

kerusakan itu terjadi di Jalan Paniisan yang berada di Kampung Pameutingan, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah tepatnya di depan Kolam Renang Waterboom Paniisan.

Lubang di jalan tersebut cukup dalam hampir 10-30 cm. Para pengendara tidak bisa milih jalan yang bagus dan hampir semuanya berlubang.


Salah satu warga Pameungpeuk, Dani Ramdani (25) mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. "Ada lah lima tahun lebih, pernah diaspal, tapi rusak lagi, rusak lagi kalau kena hujan," kata Dani saat ditemui detikcom di jalan tersebut.

Dani mengungkapkan jalan tersebut digunakannya sebagai jalan alternatif menuju Kota Bandung. Pasalnya jika menggunakan jalan Pameungpeuk-Dayeuhkolot di jalan tersebut kerap mengalami kemacetan.

"Kalau ke Jalan Raya Dayeuhkolot suka macet, selain itu harus muter jauh. Kalau jalan sini dekat, Pameungpeuk via Rancamanyar terus ke Kopo," ungkapnya.

Menurut Dani, selain warga Pameungpeuk dan Baleendah, jalan tersebut juga kerap digunakan oleh warga Banjaran yang hendak berpergian ke Kota Bandung. Selain itu, tak jarang warga Kota Bandung pun juga menggunakan jalan tersebut karena, jalan itu bisa tembus ke Soreang.

"Jalan ini bisa tembus kemana-mana, bisa ke Banjaran, Katapang dan Soreang. Banyak yang gunakan jalan ini untuk menghindari macet, apalagi pada jam-jam sibuk. Saya berharap kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki jalan ini," jelasnya.

Kondisi jalan tersebut apabila malam hari lebih berbahaya, karena tidak ada penerangan jalan umum (PJU). Pada saat musim hujan lubang di jalan tersebut tertutup genangan air sehingga terlihat seperti kubangan.

Belum lama ini, warga sekitar sempat melakukan aksi demonstrasi di jalan tersebut. 

Warga Kulon Progo Serbu Mobil Penukaran Uang BI


Memasuki hari pertama bulan Ramadan, warga Kulon Progo mulai menyerbu mobil keliling layanan penukaran uang recehan nominal kecil yang baru milik Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY. Hal itu seperti yang terlihat di Pasar Wates.

Warga antusias ikut mengantre dengan tertib dan rapi. Mereka menukarkan uang recehan kecil Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Bahkan pedagang Pasar Wates juga memanfaatkan layanan penukaran uang dari BI ini. 

"Ini tukar uang recehan untuk kembalian pembeli," kata salah seorang pedagang, Nining,.

Biasanya Nining menukarkan uang di kas BRI di Pasar Wates. Namun dia hari ini memilih antre layanan dari BI karena ingin menukar dengan uang recehan yang baru.

Lain hal diungkapkan Giri Lestari, yang mengaku menukarkan uang jauh-jauh hari untuk persediaan Lebaran. Dia menukarkan uang recehan baru nominal Rp 5.000 dan Rp 20.000.

"Biasanya kasih angpao ke keluarga," ujarnya. 

Sementara itu, kasir mobil layanan BI, Slamet Widayanto mengatakan mobil layanan khusus penukaran uang recehan kecil ini menyasar sejumlah lokasi. Khusus untuk Pasar Wates pihaknya menyiapkan uang recehan kecil sejumlah total Rp 320 juta dan penukaran dibatasi tiap orang maksimal satu paket senilai Rp 3,7 juta.

"BI melayani penukaran uang di 15 pasar, hari ini di Pasar Wates dan Sleman. Juga di instansi-instansi karena kebutuhan uang recehan kecil cenderung meningkat menjelang Lebaran," jelasnya. 

Choir 'Ganteng' Ternyata Terduga Teroris



Choir, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 kemarin di kontrakannya di Tangerang, Banten dikenal warga sebagai sosok yang ramah. Selain ramah, warga menyebut Choir memiliki paras yang rupawan. 

Salah seorang warga RT 04 RW 02, Kunciran, Pinang, Tangerang, Wiwin, menceritakan sosok Choir. Dia dikenal warga sehari-harinya bekerja sebagai penjahit dan sudah menempati toko itu sekitar 1,5 tahun. 

Iya (Choir) dia ganteng putih gitu, punya brewok juga mirip Ridho Rhoma," kata Wiwin saat ditemui di dekat toko Choir di Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02, Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten, Kamis (17/5/2018).

"(Choir) ramah, baik, nggak mencurigakan makanya kita bingung gitu kan kalau orang-orang begitu (teroris). Pasti suka ada tamu, tamunya gitu. Malah ibu-ibu sini semua yang datang pada vermak," sambungnya.

Dikatakan Wiwin, sebelum Choir menikah sekitar 3 bulan lalu, Choir sering berinteraksi dengan warga seperti menegur warga, membeli makan dan juga kerap bercanda dengan warga. Saat ia menikah, dikatakan Wiwin, toko jahit Choir kerap tutup dan Choir jarang berinteraksi dengan warga.

"Makanya kita nggak nyangkanya gitu (Choir sebagai terduga teroris). Bingungnya apa istrinya atau suaminya karena kan waktu sebelum sama istrinya kan dia berbaurnya suka tuh, suka ngobrol-ngobrol tapi pas selama ada istrinya jadi jarang dan sering tutup vermaknya," kata Wiwin.

Hal senada juga diucapkan warga lainnya, Nur Annisa. Ia mengatakan, saat itu Choir memiliki pacar tetapi tidak jadi menikah karena pacarnya itu tidak mau memakai cadar. Setelah itu, Choir menikah dengan perempuan bercadar dan dikenal warga sebagai sosok yang tertutup.

"(Dulu Choir) kalau dia suka pakai (celana) Levis dan kaos tetapi semakin kemari ya pakai gamis gitu. Selama dia punya istri gitu ya suka pakai yang panjang-panjang itu," kata Nur Annisa.

Sebelumnya, tim Densus 88 pada Rabu (16/5) kemarin menggerebek 3 lokasi di wilayah Tangerang, Banten. Dalam Penggerebekan itu, Polisi mengamankan 3 orang terduga teroris dan 1 wanita sebagai saksi.

Lokasi pertama merupakan toko di Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02, Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten. Sedangkan lokasi lainnya, kompleks Duta Bintaro dan Kunciran Mas Permai. Tiga terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror disebut sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). 

"Ini kelompok JAD Jakarta," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo.

Kapolda Jatim Jamin Ibadah Hari Minggu Aman


Polisi menjamin ibadah hari Minggu di gereja aman. Polda Jatim akan melakukan pengamanan bersama-sama dengan TNI untuk menjaga situasi tetap kondusif pasca bom gereja di Surabaya dan Sidoarjo. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengaku pihaknya akan bersama-sama melakukan patroli keamanan dengan TNI atau Kodam V/Brawijaya.


"Nanti kami akan kerja sama dengan Kodam. Saya sudah telepon pak Pangdam V/Brawijaya untuk sama-sama melakukan patroli gabungan," kata kapolda kepada wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Patroli dan pengamananan ekstra ini pun, tambah Machfud juga dibantu personel Banser NU. 

"Patroli ini terutama pada hari Minggu. Kami juga dibantu dari unsur Banser Nahdlatul Ulama untuk membantu menjaga pengamanan gereja dan lingkungan yang kemungkinan rawan," ujar jenderal bintang dua ini.


Dia menegaskan, keamanan di Surabaya dan Jatim kini sudah berangsur membaik dan kondusif. Hal ini terlihat dari mulai penuhnya tempat-tempat ibadah dan macetnya jalanan Surabaya. 

"Secara umum di Jatim sudah berjalan dengan baik. Masjid Al Akbar Surabaya kemarin melaksanakan tarawih dengan jamaah sudah banyak sekitar 20.000. Jalan-jalan sudah mulai macet. Mudah-mudahan tidak ada lagi," tambahnya. 

Teroris Keluarga dan Meluruhnya ISIS


Pelaku penyerangan teror simultan di beberapa gereja dan kantor polisi di Surabaya, termasuk bom yang meledak sendiri di sebuah rusunawa, dilakukan oleh tiga keluarga. Mirisnya, suami dan istri pelaku juga melibatkan anak-anaknya yang masih di bawah umur. 

Sebelumnya, serangan oleh teroris keluarga (the family terrorist) pernah terjadi dalam Bom Bali 2002 oleh Mukhlas, Amrozi, dan Ali Imron. Namun, di Indonesia baru kali ini serangan melibatkan istri dan anak-anak di bawah umur sekaligus. Adapun ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah) di Timur Tengah dan Afrika sudah melibatkan anak-anak sebagai eksekutor lawan-lawannya dan pengebom bunuh diri. 

Banyak orang mengutuk tindakan 'keji di atas kekejian' tersebut. Terorisme adalah kekejian karena membunuh orang tidak berdosa. Namun, melibatkan anak-anak adalah kekejian kuadrat. Anak-anak yang seharusnya bersekolah, belajar agama untuk bekal kesuksesan di dunia dan akhirat, mempunyai masa depan, semuanya direnggut paksa oleh orangtua yang membesarkan mereka sendiri. Kelelahan dan berbagai kesulitan sejak melahirkan dan membesarkan mereka lenyap sia-sia karena kesalahan memahami ajaran agama.


Tapi, terlepas dari analisis aspek agama, psikologi, dan sosiologi, pelibatan istri dan anak-anak dalam serangan teror simultan justru menunjukkan melemahnya Jamaah Ansharud Daulah/Tauhid. Melemahnya JAD/JAT, jaringan penyerang simultan di Surabaya, serta pelaku penyerangan dan penyanderaan aparat di Mako Brimob pada 8-10 Mei, berimbas pada meluruhnya ISIS di Asia Tenggara. Hal itu karena JAD/JAT telah bersumpah setia kepada ISIS dan menjadi organisasi afiliasi ISIS terkuat di Indonesia saat ini setelah kelompok Santoso (Mujahidin Indonesia Timur), yang juga bersumpah kepada ISIS, meluruh pasca kematian Santoso.

Sebelumnya, ISIS telah kehilangan banyak teritori di Irak dan Suriah. Kelompok ini sekarang terdesak di perbatasan kedua negara tersebut, dan terpencar ke berbagai negeri. ISIS kemudian menempuh strategi berkoalisi dengan kelompok lokal dan membuka basis teritori seperti di Marawi, Filipina Selatan, bersama kelompok Maute dan Abu Sayyaf. Namun, setelah pertempuran sekitar lima bulan, basis ISIS di sana hancur. 

Kembali kepada eksistensi JAD/JAT dan ISIS terkait pemanfaatan teroris keluarga, studi strategis dapat memperlihatkan beberapa indikasi meluruhnya ISIS di Indonesia, antara lain; pertama, kemampuan mereka merekrut orang dan memperluas jaringan melambat. Jaringannya mulai terbatas pada keluarga dekat dan pertemanan/ perkawinan antarkeluarga kelompok tersebut. Mereka pun sukar mengidoktrinasi orang lain untuk mengorbankan dirinya. Karena sulitnya perekrutan dan indoktrinasi untuk sejumlah pengebom bunuh diri, mereka mengorbankan istri dan anaknya sendiri.

Kedua, munculnya keraguan akan masa depan dan keberlanjutan kelompoknya. Jika mereka yakin prospek JAD/JAT, mereka akan cenderung mengindoktrinasi anak-anaknya, membiarkannya tumbuh besar dan menjadi calon pengebom belasan tahun atau puluhan tahun kemudian. Ketidakpastian organisasi yang terbayang di benaknya membuat mereka menempuh risiko mengorbankan semua anggota keluarganya sekaligus. 

Adapun perilaku organisasi teror di masa lalu, seperti NII yang mempunyai kemiripan ideologis, tidak pernah melibatkan anak-anak. Mereka masih percaya ada masanya anak-anak mereka akan terlibat seperti mereka. Itu indikasi mereka merasa mempunyai prospek perjuangan.

Ketiga, pertemanan dan persaudaraan sesama anggota JAD/JAT melemah dan tidak dapat diandalkan. Itu juga berarti sikap saling percaya di antara mereka merosot. Efeknya, soliditas organisasi menjadi rentan hancur. Logikanya, jika persaudaraan organisasi kuat mereka akan menitipkan anak-anaknya kepada rekannya untuk dibesarkan. Namun, karena kekhawatiran tidak ada yang akan merawat anaknya membuat mereka memilih bunuh diri bersama anaknya. 

Keempat, keluarga teroris bahkan hanya mampu memengaruhi keluarga inti. Mereka terlihat sudah lama berbeda pendapat secara tajam dengan keluarga besarnya. Karena itu, mereka tidak percaya keluarga besarnya, seperti kakek/nenek atau paman/bibi, untuk merawat anak-anaknya. Ini juga berarti kemampuan mereka bersosialisasi dan meyakinkan simpatisan baru sangat lemah, bahkan di antara keluarga besarnya sendiri.

Kelima, mereka mungkin berlogika makin banyak anggota keluarga, makin banyak serangan yang akan dilakukan, begitu pula korbannya. Namun, karena melibatkan anak-anak yang tentu tidak terlatih, efek serangan menjadi terbatas dan tidak efisien. Bahkan, pada kasus serangan Mapolresta Surabaya, empat korban yang tewas seketika adalah penyerangnya sendiri. Secara taktis, ini kekalahan fatal karena penyerangnya tewas, sedangkan target serangan tidak terpenuhi, bahkan masyarakat semakin mendukung aparat keamanan. 

Keenam, pola teroris keluarga saat ini juga menunjukkan ketidakrapian perencanaan serangan. Mereka sempat meledakkan diri, tapi tidak mampu memasuki gedung untuk menimbulkan korban maksimal. Mereka juga tidak mempunyai Rencana B jika rencana awal gagal. Itu terlihat dalam serangan Mapolresta Surabaya yang "terpaksa" meledakkan diri karena terhadang petugas portal yang dari kamera pengawas terlihat sudah curiga kepada dua motor tersebut. Dampak serangan akan berbeda jika perencanaan dilakukan oleh beberapa orang dewasa, bukan hanya seorang kepala keluarga.


Enam indikasi di atas dapat menjadi bahan masukan pengambilan keputusan dalam penanggulangan terorisme. Pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan fenomena pelibatan anak-anak ini. Reaksi berlebihan tidak perlu dilakukan.

Sistem penegakan hukum misalnya, dapat dilanjutkan tanpa harus mengubahnya menjadi model perang atau kontraterorisme penuh, seperti kebijakan Amerika Serikat dan Rusia. Lagi pula, terorisme tetap terjadi di kedua negara tersebut, meski memakai model pemberantasan terorisme yang lebih keras dan kurang sensitif terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia. Bahkan, bila kasus-kasus penembakan massal di sekolah-sekolah di AS digolongkan sebagai terorisme, model perang dan pengintaian warga secara komprehensif terlihat tidak efektif. 

Selain itu, perlu perbaikan koordinasi untuk deteksi dini dan pencegahan dini. Kerja sama Polri, BIN, TNI, Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan lain-lain perlu diperbaiki. Bila masyarakat diminta bersatu menumpas terorisme, maka kesatuan itu harus terwujud lebih dulu di antara kementerian dan lembaga pemerintah. 

Agenda mendesak lainnya adalah penguatan peran sektor pendidikan dan agama dalam mencegah terorisme oleh anak-anak. Guru harus lebih aktif sebagai pendidik, tidak sekadar pengajar ilmu. Guru menjadi orangtua kedua, sehingga perlu aktif berinteraksi dengan peserta didik. Musyawarah dengan para orangtua juga dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan. 

Peran sektor agama, terutama Islam, juga perlu ditingkatkan. Ajaran Islam tentang keharaman bunuh diri, terorisme, membunuh perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia, serta menimbulkan kekacauan publik, dan sebagainya perlu didakwahkan secara meluas. Termasuk, informasi hadis sahih tentang kepastian masuk surga sepanjang konsisten dalam keimanan hingga akhir hayat. 

Mapolres Sergai Tingkatkan Penjagaan Keamanan


Pasca serang teror di Surabaya, Jawa Timur dan Mapolda Riau, Mapolres Sergai memperketat tingkat pengamanan di sekitar pintu gerbang. Pantauan dilokasi, Rabu (16/5/2018) sekira jam 10.30 wib, beberapa personel Polres Sergai terlihat menggunakan rompi anti peluru dan bersenjatakan laras panjang terlihat siaga di pintu gerbang masuk ke Mapolres Sergai. 

Selain itu beberapa personel Propam dan Sabhara, terlihat siaga di pos piket jaga sekitar pintu gerbang. Semua warga ingin masuk ke lokasi Mapolres harus menjalani pemeriksaan detil, baik mobil, kenderaan roda 2 dan pejalan kaki, tak luput dari pemeriksaan.


Bahkan penjagaan ketat di Mapolres Sergai sudah dilakukan sejak pasca terjadinya meledaknya bom dibeberapa gereja di Surabaya. Mapolres Sergai gunakan satu pintu bagi warga ingin masuk ke dalam untuk menjenguk tahanan maupun pengurusan surat-surat kenderaan. 

Kapolres Sergai AKBP Julairman Eka Putra Pasaribu saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp mengatakan, menjagaan ketat di Mapolres Sergai sesuai dengan SOP siaga penuh untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia.


“Seluruh anggota harus standby, waspada dan tegas terhadap orang datang ke Mapolres Sergai,” terang Kapolres. AKBP Juliarman berharap, masyarakat harus turut membantu aparat untuk menjaga keamanan dalam menjaga SOP demi keamanan bersama diwilayah hukum Polres Sergai dan Mapolres Sergai. 

Beli Kamera Lewat Facebook Uang Rp1,6 Juta Raib



Berhajat memiliki kamera Canon EOS 700D, Sugeng (65), akhirnya bernasib apes. Warga Jalan Karya Jaya, Gang Eka Dame, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor itu, penjual yang baru di kenalnya melalui media sosial Facebook. Akibat penipuan itu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai koki di sebuah Hotel mengalami kerugian Rp1,6 juta lantaran terlanjur mengirim pembayaran kamera tersebut melalui transfer bank ke ‘penjual palsu’.


Ditemui di Mapolsek Delitua, Selasa (15/5/2018), sekira jam 17.30 Wib, Sugeng mengatakan bahwa penipuan itu terjadi pada Selasa (8/5/2018). Ketika itu, Sugeng sedang berselancar di media sosial Facebook. Saat dia melihat-lihat teman melalui akun Facebooknya,  korban melihat seseorang bernama OG warga Denpasar Bali yang belum di kenalnya menjual kamera Canon EOS 700D dengan harga yang terbilang cukup murah. 

Sugeng yang memang senang dengan kamera, apalagi sebelumnya juga sudah berniat untuk membelinya, langsung menanyakan harga sebenarnya kepada pelaku. “Harga kamera yang ditawarkannya itu murah. Dilihat dari bentuknya saat diposting pelaku, masih cantik,” beber Sugeng. Setelah panjang lebar bertanya dan tawar menawar, Sugeng akhirnya sepakat untuk membelinya seharga Rp1,6 juta dan pembayaran akan dilakukan melalui transfer bank.


Selanjutnya, Sugeng pun mentransfer uang ke rekening yang disebutkan, lalu memberitahukannya bahwa uang sudah dikirimkan. “Sudah 2 hari ku tunggu barangnya, tapi tidak juga datang. Waktu itu dia, janji sama aku, begitu uang ditransfer, besoknya kamera sudah sampai. Tapi sampai sekarang kameranya nggak nyampe-nyampe dan akun facebooknya pun sudah tidak aktif lagi,” kesal Sugeng.  Merasa sudah kena tipu, Sugeng akhirnya memutuskan untuk melaporkannya ke polisi. Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau SIK, membenarkan laporan korban dan segera menindaklanjutinya. 

Muazin yang Gugur Ditabrak Teroris di Mapolda Riau


Ipda Auzar, polisi yang gugur akibat serangan terduga teroris di Polda Riau dikenal sebagai seorang muazin. Kepergiannya menyisakan duka mendalam. 

Sosok Ipda Auzar yang dikenal sebagai muazin ini disampaikan oleh Aktivis Persaudaraan 212, Kapitra Ampera. Dia mengutuk tindakan teroris yang telah merenggut nyawa Ipda Auzar.


"Setelah teroris memakan korban sahabat, muazin kita, ini waktunya untuk membalas dengan melakukan qisas," kata Kapitra yang menyertakan foto Ipda Auzar semasa hidup.

Ipda Auzar sebenarnya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Riau, Rabu (16/5/2018). Namun nyawanya tak tertolong. Ipda Auzar merupakan Pamin 2 SI SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau. Dia berusia 56 tahun.


"Iya (Ipda Auzar) meninggal, ketubruk mobil Avanza yang dibawa teroris," ujar Kasubdit Jatanras Polda Riau AKBP Asep Iskandar. 

Berjarak 2 Rumah dari Gereja yang Dibom


 Tragedi teror bom di tiga gereja di Kota Surabaya membuat membuat duka mendalam. Salah satu saksi tragedi bom di Gereja GPPS Jalan Arjuna, Anton mengaku sempat mendengar dua kali ledakan.

Anton salah satu pegawai di restoran yang berjarak dua rumah dari gereja. Ia yang saat itu berada di dapur restoran mengaku setelah mendengarkan ledakan langsung keluar.

"Waktu itu saya berada dapur mendengar suara ledakan. Gedung bergetar karena dua kali ledakan. Pertama kencang sekali yang kedua tidak begitu kecang," kata Anton kepada detikcom, Minggu (13/5/2018).

Sekitar pukul 08.15 WIB mendengar ledakan tersebut, Anton langsung keluar dan melihat ada kobaran api di depan gereja.

"Saya langsung keluar dan melibat api susah membumbung tinggi," ujar Anton.

Anton yang panik melihat beberapa warga mengamankan mobil yang terparkir di depan gereja.

"Saya langsung membantu warga yang mendorong mobil dan suasana jalan rame dan warga berhamburan lari dan mobil-mobil, motor berhenti dan menjauhi lokasi kejadian," ungkap Anton. 

Pengamanan Gereja di Jakarta Diperketat


Bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur menjadi kewaspadaan bagi aparat Polri. Polda Metro Jaya sendiri meningkatkan pengamanan di gereja-gereja untuk mengantisipasi peristiwa serupa.

"Kita selalu antisipasi, semua anggota saya sigakan. Seluruh objek vital, gereja dan rumah ibadah agama-agama lain juga kita antisipasi dan jaga," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.


Idham mengimbau jajaran Polres agar tidak lengah. Ia juga menginstruksikan kepada jajaran untuk meningkatkan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. 

"Patroli skala besar, skala kecil maupun patroli rutin yang ditingkatkan," imbuhnya.

Pengamanan di kantor-kantor polisi juga diperketat. Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk segera melapor apabila melihat kecurigaan.

"Masyarakat agar tidak apatis, segera laporkan kepada aparat polisi kalau ada yang mencurigakan," imbuhnya.


Idham menambahkan, pihanya bersama unsur TNI menjamin keamanan warga Jakarta dan sekitarnya. "Kalau ada yang mencurigakan agar diamankan dulu," lanjutnya. Polisi berseragamm ditempatkan di tempat-tempat keramaian untuk menjamin keamanan warga. Masyarakat diimbau untuk tidak cemas.

"Kita tidak boleh takut," tuturnya. 

Jokowi Datangi GKI Surabaya Cek Lokasi Ledakan



Presiden Joko Widodo mendatangi Gereja GKI Surabaya, Jl Diponegoro, Jawa Timur. Jokowi langsung mengecek lokasi parkiran gereja yang menjadi target ledakan.

Pantauan di lokasi, Jokowi tiba di GKI Surabaya, Minggu (13/5/2018). Dia didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Mareskal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto dan Menag Lukan Hakim.


Setibanya di lokasi Jokowi, langsung ke parkiran gereja dan melihat barang-barang bekas ledakan. Lokasi di GKI Surabaya dijaga ketat petugas gabungan.

Jokowi berada di GKI Surabaya sekitar 5 menit. Setelah itu Jokowi bersama rombongan langsung naik mobil. Jokowi dikabarkan akan menjenguk korban ledakan 3 gereja.


Ledakan di 3 gereja di Surabaya menewaskan 11 orang dan 41 orang luka-luka. Di antara korban tewas ada seorang anak 11 tahun. 

Para Tahanan di Mako Brimob


Kerusuhan narapidana terorisme terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa 8 Mei 2018. Akibatnya, 6 orang meninggal dunia. Dari keseluruhan korban, 5 di antaranya merupakan petugas kepolisian. Sementara 1 korban lain adalah narapidana kasus terorisme.

"Satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya kepolisian karena melawan, mengambil senjata petugas," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Rabu 9 Mei 2018.

Rutan Mako Brimob memang dihuni sejumlah narapidana teroris. Namun, beberapa terpidana kasus non-terorisme juga ada yang ditahan di rutan tersebut.

Anak-anak Ikut Aksi Bela Palestina di Monas

|
Massa Aksi Bela Palestina atau Aksi 115 di kawasan Monas mulai berkumpul di panggung utama. Terlihat beberapa anak-anak ikut berkumpul untuk membela Palestina. Mereka turun ke jalan untuk ikut serta menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.


Tidak hanya membawa spanduk, mereka juga mengibarkan bendera Palestina untuk mengobarkan semangat para peserta aksi. Bersama dengan orang tuanya mereka mengikuti aksi damai tersebut sejak sholat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal lalu dilanjutkan berkumpul di Monas.


Terlihat seorang ayah mengendong anaknya yang tertidur saat mengikuti Aksi 115. Menggunakan baju putih, seorang anak menggunakan ikat kepala membela Palestina.  Hingga saat ini kawasan Monas masih dipenuhi massa aksi 115. Di harapkan juga agar aksi damai ini tetap berjalan tanpa keributan dan tetap menjaga fasilitas-fasilitas yang ada.


Pendukung DIAmi Lakukan Aksi Massa dan Bakar Motor


Simpatisan calon Walikota Makassar Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi), aksi bakar motor di Makassar. Aksi bakar motor itu dilakukan massa DIAmi tepat didepan Monumen Mandala, di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sabtu (28/4/2018) pukul 17.15 Wita.

Massa DIAmi mengklaim motor matik Honda Scoopy dengan nomotr polisi (Nopol) DD 2723 VZ warna hitam silver milik massa pasangan calon Appi-Cicu. Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, motor yang dibakar massa pendukung DIAmi telah dipastikan bukan dari massa Appi-Cicu.

"Mereka (Massa DIAmi) itu hanya klaim saja bahwa motor itu dari kelompok lain, tapi untuk dipastika lagi kita akan telisik lebih dalam lagi," kata Kombes Dicky.


Pembakaran sepeda motor Honda DD 2723 VZ itu karena kekecewaan massa DIAmi dan bentuk perlawanan terhadap matinya demokrasi di Kota Makassar. Ratusan massa yang melakukan aksi bakar satu unit motor dan longmarch ini, kompak mengenakan pakaian hitam, mereka juga orasi secara bergantian.

Ratusan massa yang berkumpul tepat depan Monumen Mandala, pembebasan Irian Barat, Kota Makassar ini kompak mengenakan atau berpakaian hitam.

Sekitar pukul 17. 30 massa DIAmi lalu bergeser ke arah Pasar Sentral, Jl Hos Cokroaminoto kota Makassar, melewati Showroom mobil Toyota Hadji Kalla. Kemudian zekitar pukul 17.46 Wita, ada terjadi pelemparan dari arah simpatisan DIAmi yang melakukan longmarc kearah Showroom oleh orang tak dikenal (OTK).


Kombes Dicky menjelaskan, kasus itu belum dipastikan siapa yang melakukan pelemparan. Diduga, Otk itu manfaatkan kerumunan massa untuk melempar.

"Kasus pelemparan ini masih dalam penyelidikan, saya belum bisa pastikan apa itu dari massa DIAmi, secepatnya pelaku itu kita tangkap," jelas Dicky.

Dicky mengimbau kepada masyarakat Makassar agar tidak cepat terprovokasi, tetap menjaga lingkungan sekitar agar Pilkada Makassar berjalan damai.(*) Artikel ini telah tayang dengan judul Polda Sulsel: Massa DIAmi Diduga Bakar Motor Sendiri.

Pengendara Mobil di Kelapa Gading Meninggal Dunia


Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Boulevard Raya tepatnya di depan Ruko Catrine Wedding, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (29/4/2018) dini hari.

Seorang pengemudi mobil bernama Troyke Tjenanda (40) meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Kejadian itu berawal saat Troyke melaju dari arah utara menuju ke selatan dengan menggunakan mobil Daihatsu Sigra B 1083 UIK sekira pukul 00.30 WIB.


Namun tiba-tiba saja korban hilang kendali.

“Mobil korban kemudian membelok ke kanan hingga menabrak separator,” ucap Kanit Laka Lantas Satwil Jakarta Utara AKP Sigit Purwanto, Minggu (29/4/2018).

Mobil yang melaju tidak terkendali itu kemudian menabrak motor Honda Vario B 3608 TEH yang sedang berhenti di depan Ruko Catrine Wedding.


Beruntung, pengendara motor bernama Arini Nurfika (28) tidak sampai mengalami luka-luka.

“Namun akibat laka lantas tersebut pengemudi mobil meninggal dunia dan kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan,” sambungnya.

Selanjutnya kasus tersebut ditangani Tim II Unit Laka Lantas Jakarta Utara.

Entri yang Diunggulkan

PANDUAN CARA INSTALKAN APLIKASI RAJABAKARAT DI ANDROID