GURU besar di Fakultas Ekonomi & Bisnis Unika Soegijapranata Semarang Prof. Andreas Lako menilai debat antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) vs Anies Baswedan (AB) di Metro TV yang dipandu Najwa Shihab, Senin (27/3) berlangsung sangat menarik sebagai tontonan.
Menurut Lako yang ditulis dalam laman Facebooknya, sejak awal, AB terus menggunakan stategi menyerang untuk memojokkan dan menunjukkan titik-titik kritis kelemahan kepemimpinan dan kepribadian petahana Ahok.
"Bahkan, pada sesi-sesi terakhir, AB dengan nada sombong dan angkuh menyatakan akan segera memecat Ahok dan akan menggantikannya menjadi Gubernur. Anies juga terus menunjukkan 'rapor merah' Ahok yang diklaimnya telah gagal memimpin dan tidak pantas lagi memimpin Jakarta untuk 5 tahun ke depan," ujar Lako.
Debat kandidat tersebut dilaksanakan sebagai salah satu program untuk menyambut putaran ke dua dalam Pilkada DKI Jakarta. Dikemuakan Lako bahwa strategi menyerang dan memojokkan lawan seperti diperagakan AB memang sangat efektif tingkat keberhasilannya apabila lawan yang diserang benar-benar buruk kinerjanya, buruk kepemimpinannya dan juga buruk kepribadiaannya.
Sebaliknya,lanjut Lako, strategi tersebut justru bisa menjadi bumerang bagi si penyerang karena masyarakat pemilih rasional justru menjadi antipati dan tidak menyukai cara-cara tidak etis itu.