Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

OPPO F7 dan Teknologi Artificial Intelligence 2.0 yang Semakin Memukau


OPPO resmi mengumumkan kehadiran perangkat terbarunya yaitu F7 pada 17 April 2018. OPPO F7 hadir dengan peningkatan yang lebih menarik, khususnya ke dalam fitur fotografi selfie.

Tak tanggung – tanggung, dengan kamera depan beresolusi 25MP, OPPO F7 dibekali fitur Artificial Intelligence atau AI Beauty 2.0 yang dapat mendeteksi 296 titik di wajah. Fitur ini merupakan versi upgrade dari teknologi kecerdasan buatan pada perangkat sebelumnya yakni OPPO F5. Kini teknologi AI Beauty 2.0 yang ditanamkan pada OPPO F7 meningkat dengan kemampuan terbarunya yakni facial recognition yang lebih akurat, kemampuan self-learning sesuai preferensi pengguna, hingga efek beautification yang dapat percantik hasil selfie namun tetap tampak natural.


Hadir pula fitur mode vivid yang dapat mempertegas warna background gambar lebih tegas sehingga membuat hasil  gambar menjadi lebih berkarakter. OPPO F7 juga dilengkapi dengan real-time HDR pada kamera depannya yang mampu memastikan gambar memiliki kualitas baik dan terlihat indah dalam segala kondisi cahaya.

Selain kualitas gambar yang semakin meningkat, AI Beauty 2.0 pada OPPO F7 juga memiliki fitur AR Sticker yang dapat menambahkan karakter – karakter tertentu baik pada selfie maupun group selfie. Hasil gambar pun akan menjadi lebih menyenangkan dan pengguna tak perlu repot unggah aplikasi ketiga untuk menyunting gambar.

Yang tak kalah memukau, OPPO F7 memiliki fitur Face Unlock one motion. Artinya, pengguna hanya perlu mengarahkan perangkat ke wajah tanpa menekan tombol apapun dan dalam waktu 0,08 detik saja kunci layar perangkat akan langsung terbuka.


Untuk menunjang kinerjanya, OPPO F7 bekerja pada Android Oreo 8.1 dengan RAM 4GB dan ROM 64GB. Layarnya pun Super Full Screen 6,23 inci dengan resolusi FHD+ 2280x1080 piksel. Pengguna akan mendapatkan pengalaman visual terbaik yang jauh lebih smooth ketika menggunakan perangkat untuk berbagai kegiatan seperti bermain games, menonton video, maupun membaca konten online di media sosial.

Terkait desain, OPPO F7 hadir dengan varian warna Solar Red dan Moonlight Silver yang memikat. Cover belakang perangkat ini menggunakan bahan glossy yang mampu merefleksikan pantulan warna dan cahaya. Lekukan di setiap sudut OPPO F7 pun juga semakin membuat perangkat terlihat elegan, tidak kaku, dan nyaman untuk digenggam.

Asgardia Resmi Meninggalkan Bumi, Seperti Apa?




Setelah sempat membuat heboh publik beberapa bulan lalu, Asgardia, negara di luar angkasa akhirnya memiliki wilayah. Hal itu menyusul keberhasilan peluncuran cubesat bernama Asgardia-1.

Meski sebelumnya sempat ditunda satu hari, miniatur pesawat luar angkasa itu berhasil tiba di orbit setelah meluncur dari fasilitas NASA. Cubesat yang memilki ukuran sebesar kotak susu itu seluruhnya akan menjadi wilayah Asgardia.

"Kerajaan luar angkasa Asgardia telah membentu wilayah kedaulatannya di luar angkasa," ujar Asgardia beberapa waktu lalu.

ada lebih dari 300 ribu orang yang sudah mendaftar sebagai warga negara Asgardia sejak tahun lalu.

Hak istimewa yang dimiliki warga negara Asgardia adalah mengunggah data Asgardia-1 untuk disimpan di orbit. Dengan kata lain, data ini tak akan terikat dengan hukum di Bumi.

Sementara itu, status Asgardia sendiri kini tak belum mendapat pengakuan dari negara lain termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal itu lepas dari definisi negara yang umum belum dipenuhi oleh Asgardia dan tak ada penduduk yang benar-benar mendiami negara itu.






Kendati demikian, negara itu beberapa bulan telah berhasil menyusun sebuah konstitusi sendiri. Konstitusi itu berisi ketentuan berisi soal kenegaraan, mulai dari warga negara hingga struktur kenegaraan.

Sosok di balik Asgardia

Sekadar informasi, sosok yang mendirikan negara luar angkasa ini adalah Igor Ashurbeyli, seorang ilmuwan sekaligus pebisnis berkebangsaan Rusia.

Ashurbeyli dikenal sebagai salah satu petinggi dari Socium, sebuah perusahaan konsultan dan software yang didirikan pada 1988.

Sejak lama ia memang dikenal sebagai sosok yang tertarik dalam sejumlah program penjelajahan luar angkasa. Pada 2010, ia berhasil mendapatkan gelar kehormatan tertinggi yang bisa didapatkan ilmuwan dari pemerintah Rusia.

Ashurbeyli pertama kali mengungkap proyek Asgardia pada Oktober 2016. Menyusul pengumuman tersebut, pada awal tahun ini, Asgardia resmi membuka pendaftaran sebagai calon penduduk negara tersebut.

"Secara fisik, warga negara (Asgardia) akan berada di Bumi dan mereka tinggal di berbagai negara. Di sisi lain, mereka juga akan menjadi warga Asgardia," tuturnya saat pertama kali mengungkap proyek Asgardia.

Tarot of the Week: Yang Sudah Terjadi Tak Perlu Disesali



Penghujung tahun sudah semakin dekat. Memasuki minggu ketiga di bulan November, simak bagaimana ramalan kartu tarot untuk minggu depan dalam Tarot of the Week edisi Minggu (12/11/2017) berikut:

Jangan pernah menyesali yang pernah terjadi. Semua pasti akan jadi pengalaman dan guru yang berguna bagi hidup kita ke depan. Yang harus dilakukan dalam minggu ini adalah bangkit, berdiri, dan berjalan lagi ke arah depan.

Gunakan energi yang ada untuk melanjutkan perjalanan kehidupan.





The Star

Harapan selalu ada. Di tengah kegelapan malam, ada bintang yang bersinar terang. Kegelapan dibutuhkan supaya cahaya bintang terlihat indah.

Jangan fokus pada kegelapannya, tapi bagaimana bisa memancarkan terang di tengah kegelapan.

Jangan berfokus pada masalah yang terjadi, tapi jadikan sebagai tantangan yang akan membuat kita menjadi lebih matang dan dewasa.

Three of Swords

Jika hasilnya masih belum seperti yang diharapkan, janganlah berputus asa. Setiap kegagalan pasti ada hikmahnya.

Inilah yang akan menempa kita supaya jadi kuat. Tidak perlu mencari kesalahan dari orang-orang di sekitar. Refleksikan setiap peristiwa.

Ambil sisi positifnya. Belajar dari kesalahan. Semoga Tuhan melancarkan segala rencana dan usaha kita dalam minggu ini.




Pre-order iPhone X Diprediksi Tembus 50 Juta Unit





Apple belum memulai pre-order iPhone X, tapi smartphone itu diprediksi dapat mencetak angka pemesanan yang cukup baik. Menurut analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, pre-order iPhone X bisa mencapai lebih dari 50 juta unit.

jika tepat, prediksi Kuo bakal membuat rekor yang cukup baik untuk satu varian iPhone yang dibanderol dengan harga mahal. iPhone X dijual seharga US$ 999 untuk versi 64GB dan US$ 1.149 untuk 245GB.


 



Apple sendiri akan mulai menggelar pre-order iPhone X pada 27 Oktober, sedangkan rencana peluncurannya di pasar pada 3 November 2017. Salah satu fitur unggulan iPhone X adalah Face ID, yang menggantikan fungsi Touch ID sebagai fitur keamanan.

Face ID bergantung pada kamera "TrueDepth", sebuah sistem yang didalamnya termasuk kamera infra merah, flood illuminator dan dot projector yang memiliki lebih dari 30 ribu titik tak terlihat dan memindai wajah pengguna untuk membuat peta wajah unik.






Diungkapkan Kuo, Apple kesulitan memproduksi massal sistem kamera tersebut, sehingga membuat pasokan unit iPhone X terbatas. Apple kemungkinan baru bisa memenuhi seluruh permintaan konsumen pada awal 2018.

iPhone X adalah salah satu smartphone yang diumumkan Apple pada 12 September 2017. Dua smartphone baru lain, iPhone 8 dan 8 Plus telah dijual sejak 22 September 2017.




Satelit Telkom 1 Gangguan, Telkom Pastikan Data Pelanggan Aman




Satelit Telkom 1 mengalami anomali sejak Jumat (25/8/2017) lalu, yang membuat koneksi transponder tak dapat berjalan semestinya. Akibatnya, sejumlah layanan yang menggunakan koneksi satelit pun menjadi terganggu.

Telkom segera memindahkan seluruh transponder Telkom 1 ke transponder satelit lain miliknya dan satelit asing. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah awal pemulihan kembali layanan. Telkom mencatat pemulihan baru mencapai 17 persen.






Pada konferensi pers yang digelar Senin (28/8/2017), Direktur Utama Telkom, Alex Janangkih Sinaga juga memastikan bahwa gangguan ini tak akan berdampak langsung terhadap keamanan data pelanggannya.

Pasalnya, Telkom hanya menyediakan konektivitas (hub) melalui penyewaan transponder. Perlu diketahui, satelit memiliki dua jenis bisnis, yakni penyediaan link langsung ke end-user dan sebagai reseller (provider VSAT).

Dalam kasus ini, keamanan data merupakan tanggung jawab si pelanggan Telkom. Contoh Bank Mandiri dan Bank BCA. Diketahui, sebagian besar pelanggan satelit Telkom 1 berasal dari sektor perbankan dan broadcasting.





"Keamanan data itu ada di database. Kami hanya menyediakan konektivitas, sedangkan mengambil data dari transponder itu kan tidak bisa," papar pria yang pernah menjadi Direktur Utama Telkomsel ini.

Menurut data perusahaan, satelit Telkom 1 memiliki 63 pelanggan, di mana delapan pelanggan di antaranya merupakan penyedia layanan VSAT yang memiliki 12.030 site. Dengan demikian, total ground segment mencapai 15.000 site.

"Total site 12.030 yang mereka layani sebagian besar perbankan. Bank BCA tidak direct ke kita, ATM BCA tidak kita handle. Mereka pakai provider VSAT," tuturnya.




Google Bangun Kota Buatan di California, Buat Apa?





Raksasa teknologi Google dilaporkan membangun kota buatan khusus di California, Amerika Serikat. Kota yang diberi nama Castle ini letaknya sekitar 160 kilometer dari Sillicon Valley.

tempat ini adalah bekas pangkalan komando angkatan udara AS, Castle Air Force Base. Castle adalah kota virtual untuk menguji mobil pintar buatan Waymo.





Di Castle, Waymo membangun replika persimpangan jalan, dan jalur dua arah seperti di Meksiko. Bahkan, mereka sudah menyiapkan berbagai perlengkapan seperti kerucut lalu lintas (traffic cone), serta tanaman dan orang palsu untuk merekonstruksi keadaan sebenarnya.

Castle membuat pengembang tidak perlu memusingkan keselamatan dan keamanan masyarakat umum. Dengan adanya Castle, pengembang bisa menguji mobil pintar secara berkala di situasi yang berbeda.

Salah satunya adalah menguji kualitas rem mobil Waymo. Mereka membuat keadaan saat kendaraan lain menyalip mobil pintar. Jika rem terlalu halus, berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sebaliknya jika terlalu keras, pengendara bisa terbentur setir atau kaca mobil.





Hal ini perlu dilakukan karena ada beberapa aturan dalam mengembangkan mobil pintar seperti taat hukum dan aman digunakan.

Proyek Waymo selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, mobil pintar hanya bisa berjalan sejauh 2.000 kilometer. Sekarang, mobil ini bisa menempuh perjalanan sejauh 5.000 kilometer dan masih dikembangkan.





Entri yang Diunggulkan

PANDUAN CARA INSTALKAN APLIKASI RAJABAKARAT DI ANDROID