Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Ketika Gelandang MU Umrah di Bulan Ramadan


Bulan Ramadan 2017 begitu spesial bagi gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba. Pasalnya, pada bulan Ramadan tahun lalu itu, ia memilih untuk berumroh. Unggahan aktivitas Pogba di Tanah Suci pun diunggah lewat instagramnya. Pemain berusia 25 tahun tersebut pun tak ragu memuji Mekah dan Kakbah.

"Hal terindah yang pernah saya lihat dalam hidup saya," tulis Pogba yang terlihat sedang berpose di depan Ka'bah.

Unggahan Pogba itu pun mendapat sambutan positif dari para pengikutnya di instagram. Terdapat lebih dari satu juta likes dan 33 ribu komentar dalam unggahan Pogba tersebut.

"Bangga terhadap mu," tulis salah satu pengguna instagram, tylor 2568.

Rossi Sebut Zarco Tak Fair soal Insiden Kontra Pedrosa


Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dicecari berbagai pertanyaan pada sesi konferensi pers jelang MotoGP AS, Kamis (19/4/2018) waktu setempat.

Selain tentang kontroversi dengan Marc Marquez, The Doctor juga diminta berkomentar soal insiden clash antara Johann Zarco dengan Dani Predosa yang sama-sama terjadi pada MotoGP Argentina.

Bedanya, Marquez dihukum penalti 30 detik setelah bersenggolan dengan Rossi, sehingga akhirnya finis di posisi ke-18. Adapun Zarco tak mendapat sanksi apapun meskipun dianggap menyebabkan Pedrosa jatuh dan gagal finis. Bahkan, pembalap Yamaha Tech 3 tersebut berhasil naik podium di Argentina. 



Saat ditanya mengapa Marquez mendapat penalti dan Zarco tidak, Rossi memberikan penjelasan singkat. 

"Saya rasa insiden antara saya dan Marquez lebih buruk," kata Rossi, yang menjalani sesi konferensi pers terpisah di Austin, seperti dilansir Crash. 

"Namun, saya rasa apa yang dilakukan Zarco terhadap Pedrosa tidak fair. Tapi, memang seperti ini," sambung Rossi.


Dalam konferensi pers tersebut, Valentino Rossi tak berkomentar banyak tentang insiden yang dialaminya dengan Marquez. Dia mengklaim telah mengatakan semuanya dan sekarang ingin fokus menghadapi balapan MotoGP AS, Minggu (22/4/2018) waktu setempat atau Senin (23/4/2018) dini hari WIB. 

Eks Persela Lamongan Membuat Keributan di Ajang Internasional


Insiden memalukan baru saja terjadi di laga Internasional, atau tepatnya partai Kualifikasi Piala Asia 2019. Kejadian tersebut terjadi pada perjumpaan Filipina kontra Tajikistan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (27/3/2018). Adalah eks Persela Lamongan, Fatkhullo Fatkhuloev, yang terlibat insiden memalukan dengan sikap tak patutnya.

Gelandang 28 tahun tersebut membela timnas negaranya, Tajikistan, pada perjumpaan kontra tuan rumah Filipina.



Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya :)

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Lewis Hamilton Bakal Start Terdepan di GP Australia


Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, bakal start terdepan pada GP Formula 1 ( F1) Australia setelah mencatat waktu tercepat pada sesi kualifikasi GP Australia, Sabtu (24/3/2018).  Lewis Hamilton mencetak waktu lap terbaik 1 menit 21,164 detik di Sirkuit Melbourne, Albert Park. Inilah untuk kali ketujuh dia berada di pole position GP Australia sepanjang kariernya.  Sesi kualifikasi sendiri berlangsung ketat di bagian terakhir antara Hamilton dengan duo Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Tercatat tiga pebalap tersebut sempat terpaut waktu yang sangat tipis 0,061 detik sebelum Hamilton mempertajam waktu lapnya.

Sementara Vettel dibuat kecewa karena usaha terakhirnya tidak membuahkan hasil yang diharapkan setelah kalah cepat.

Pebalap Jerman itu pun harus puas mendapat posisi start ketiga. Sedangkan Raikkonen di posisi kedua. Pada sisi lain, nasib sial dialami rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, yang gagal tampil hingga sesi kualifikasi berakhir.  Bottas harus keluar lebih awal karena kehilangan kendali mobilnya dan menabrak dinding di tikungan 2.

Insiden tersebut membuat sesi kualifikasi dihentikan sementara karena banyaknya serpihan mobil di tengah lintasan. Bottas yang awalnya menempel ketat catatan waktu Hamilton harus puas bertengger di posisi kelima.

Jokowi Ternyata Sudah Bicarakan Cawapres dengan Airlangga


Presiden Joko Widodo mengaku dirinya bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas sejumlah hal di antaranya soal calon wakil presiden untuk Pilpres 2019, di sela kegiatan olahraga pagi bersama di Kebun Raya Bogor, Sabtu (24/3).

"Ya ngobrol yang ringan-ringan, ngobrol mengenai Golkar, mengenai cawapres, bicara masalah negara, ya macam macam wong namanya sambil jogging kan enggak apa apa. Yang ringan ringan saja," kata Jokowi menjawab pertanyaan tentang apa saja yang diobrolkan saat olahraga bersama itu.

Ia menyebutkan terkait cawapres, yang dibicarakan antara lain mengenai kriteria yang diinginkan Golkar.


"Ya tetap saya sampaikan mengenai kriteria-kriteria yang mungkin di Golkar, kriteria apa sih yang diinginkan di Golkar," katanya.

Ia menyebutkan pembahasan cawapres Pilpres 2019 baru sebatas kriteria, belum ke orangnya.

"Di internal kita sendiri itu juga belum rampung," katanya.

Ketika ditanya apa kriterianya, Jokowi mempersilakan wartawan menanyakan kepada Airlangga

"Ya ditanyakan ke Pak Airlangga," kata Jokowi diselingi tertawa.

Ketika ditanya apakah Airlangga memenuhi kriteria, Jokowi tidak menjawab tegas, ia mempersilakan wartawan melihat apakah pasangan itu cocok apa tidak.

"Ya coba dilihat sendiri ini, cocok enggak," katanya sambil mendekat ke Airlangga dan tertawa.

Saat ditanya alasannya memakai kaus kuning, Jokowi mengatakan itu untuk menghormati tamunya. "Ya Pak Airlangga kan Ketua Umum Partai Golkar," katanya.

Lebih lanjut, menjawab pernyataan apakah itu menjadi pertanda soal cawapres, diselingi tawa, Jokowi mengatakan "Yang jelas pagi ini saya jogging bersama Pak Airlangga biar sehat".

Ia menyebutkan waktu pengumuman untuk cawapres masih panjang dan saat ini pembahasan masih terus dilakukan.

"Masih panjang, kita masih bicara dengan ketua-ketua partai dan di internal sendiri kita juga masih bahas," katanya.

Susy Susanti Cemas Inkonsistensi Tunggal Putra dan Ganda Putri


Sempat diharapkaan mampu menciptakan kejutan, tunggal putra dan ganda putri kandas di babak awal All England. PBSI khawatir dengan inkonsistensi dua sektor tersebut.

Sebelum All England digelar, selain ganda putra dan ganda campuran yang selalu tampil sip, prestasi tunggal putra dan ganda putri dianggap menjanjikan. Buktinya, di Indonesia Master 2018 di Istora Senayan, Januari, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu mencapai final dan Anthony Ginting berhasil merebut gelar juara. 

PBSI pun berharap besar terhadap hasil manis dua sektor itu di All England. Tapi, Greysia/Apriyani tersingkir di babak pertama. Anthony juga belum berhasil melewati Tommy Sugiarto.  Susy cemas dengan kondisi itu. Apalagi hasil di All England menunjukkan kekuatan negara-negara Asia semakin merata. PBSI akan bekerja ekstra keras untuk menjaga konsistensi itu. 

"Iya, memang persaingan saat ini sangat ketat ya. Saya juga melihat dari hasil All England ya dari setiap negara contohnya Jepang satu, Taiwan satu, Indonesia satu, China satu, Denmark satu, justru Korea tidak masuk. Jadi betul-betul kekuatan saat ini sangat merata," kata Susy kepada pewarta.


Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu berjanji untuk mempercepat kematangan pemain-pemain pelatnas. Apalagi, mereka sudah ditunggu ajang beregu Piala Thomas Uber. 

"Untuk beberapa sektor kami butuh kerja keras. Khusus tunggal putra sebetulnya sudah mulai meningkat, sudah dua kali raih gelar juara super series, ganda putri pun sudah mulai progress tapi memang belum stabil prestasinya seperti ganda putra dan mix double," dia menjelaskan. 

Diakui istri dari Alan Budikusma ini pembinaan dari masing-masing sektor berbeda. Hal itu dilihat tidak hanya dari satu faktor, melainkan banyak hal. Salah satunya potensi dari si atletnya.

"Ada yang memang atlet itu cepat ya untuk prestasi dan cepat matang, seperti Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon misalnya. Mereka pemain muda dan bisa cepat naik ke atas. Mereka juga punya potensi, punya kemauan, disiplin, dan juga kerja keras," dia menjelaskan.

"Tapi di sisi lain, ada juga atlet yang punya potensi tapi kemauan kurang. Ada yang punya kemauan tapi potensi kurang. Nah itu sebetulnya membuat si atlet ini juga melalui waktu yang lebih panjang lagi untuk bisa matang," ujarnya lagi.

"Jadi hal-hal seperti itu, pematangan dari teknik, lalu fisik, ada juga dari faktor mental ya, keberanian di lapangan, mengatur strategi, hal-hal seperti itulah yang membuat pemain mungkin di beberapa sektor ini masih belum bisa konsisten dalam berprestasi. Dan ini harus terus dimatangkan secara teru menerus. Jadj bukan hanya dilatih tapi juga bagaimana dia lebih percaya diri, lebih yakin lagi akan kemampuannya untuk bisa mengalahkan lawan," dia mengimbau. 

"Target kami untuk semua sektor seperti ganda putra target mungkin di setiap kejuaraan menang. Untuk ganda putri targetnya tahun ini mungkin berapa kejuaraan atau mungkin ranking. Kemudian ganda campuran ada beberapa kejuaraan yang ditargetkan dari mulai semifinal sampai juara. Tetapi untuk yang pelapis mungkin targetnya tidak seperti All England kelasnya agak sedikit dibawah, jadi memang setiap atlet punya target masing-masing," ujar dia. 

"Nah, untuk tunggal putra dan tunggal putri yang agak sedikit tertinggal, targetnya ke depan adalah meningkatkan performance dan meningkatkan rangking yang saat ini mungkin ranking tertinggi 29, kami berharap akhir tahun bisa tembus ke level 15 dunia," dia berharap. 

Entri yang Diunggulkan

PANDUAN CARA INSTALKAN APLIKASI RAJABAKARAT DI ANDROID