Skandal privasi terbaru Facebook, yang melibatkan penyalahgunaan data untuk pemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), membuat sejumlah pengguna Facebook di AS terpikir untuk hengkang. Nyatanya, berpisah dengan Facebook tak semudah yang diucapkan.
Facebook memang sudah pernah diterpa masalah berat sebelumnya. Sang CEO Mark Zuckerberg dengan besar hati meminta maaf dan mengajak timnya bangkit dan move on. Namun kali ini, badai yang menerjang demikian hebat. Krisis Facebook menjadi sorotan.
Saat sedang terseret kasus penyalahgunaan data 50 juta penggunanya ini, raksasa jejaring sosial tersebut menghadapi seruan untuk menghapus Facebook yang digaungkan berbagai kalangan, salah satunya pendiri WhatsApp Brian Acton.
Cuitan ini pun memancing bermacam reaksi para pengguna Facebook. Banyak yang mengikuti langkah Acton, ada yang masih ingin memberi kesempatan pada Facebook, tak sedikit pula yang merasa bimbang dan berat memutuskan hubungan dengan Facebook.
