Museum Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus dipadati wisatawan domestik di hari libur tahun baru kali ini. Mereka sengaja menghabiskan waktu libur tahun baru dengan wisata edukasi fosil.
"Sampai siang tadi sudah ada ratusan orang masuk ke museum," kata pengelola purbakala Patiayam, Jamin kepada detikcom, Senin (1/1/2017).
Kemungkinan selama liburan Tahun Baru, pengunjung diperkirakan akan terus bertambah. Mengingat museum ini buka 24 jam.
"Malam sampai pagi hari, kami juga buka. Tidak sedikit pengunjung yang datang malam hari," ujarnya.
Data pengunjung museum yang terletak di Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus ini saat hari libur biasanya sampai 100 orang hingga 200 atau lebih. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan hari biasa yang rata-rata 50 orang.
Untuk bisa masuk, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam. Pengelola tidak mematok harga. Karena saat ini, pengunjung diizinkan membayar dengan nilai seikhlasnya.
Menurut keterangan penjaga Museum Purbakala Patiayam, Setya Maslikha, pengunjung memang tidak dipatok uang tiket masuk.
"Hanya isi buku absen. Ngisi uang di kotak seikhlasnya saja," terangnya.
Museum itu mempunyai spesies 16 fosil. Di antaranya gajah, kerbau, banteng, hewan laut. Jumlah fosil yang teridentifikasi 4.700 fosil. Sementara yang belum teridentifikasi jumlahnya mencapai ribuan.
Pengunjung yang datang tidak perlu bingung. Karena ada 15 karyawan yang siap membantu. Mereka bekerja secara bergantian di malam, siang, dan pagi hari.
Ada beberapa program yang diadakan untuk menggaet wisatawan. Mulai dari Festival Patiayam, Kemah Peradaban yang bisa diikuti siswa SD.
"Harapannya tahun depan juga ada bioskop keliling yang menayangkan tentang fosil," ungkap Jamin kembali.
Salah seorang pengunjung, Indah (31) mengaku baru kali ini liburan ke Museum Purbakala Patiayam.
"Anak-anak ingin wisata yang ada patung gajahnya. Akhirnya ke museum ini," katanya.
